Mei 25, 2015












Google Groups
Bergabung ke milis Kehutanan UNIB
Email:

Kunjungi grup ini


Read More......

POTO JELAJAH KEHUTANAN 2009

April 24, 2009



Read More......

MAKNA HARI BUMI

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang
senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agendanasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa Negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.

Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk
melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim
semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan
suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok
yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk
hidup. Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global.
Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk
mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun
menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.

Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk
menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April
sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul
ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk Hari
Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai
hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap
lingkungan pada tahun 1970. Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang
senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes
secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan
lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda
nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum
Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai
melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara
bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan
tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional.
Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur
Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara
bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan
terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan
politik.

Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi
demonstrasi anti-perang vietnam telah menyebar secara luas melalui
perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk
melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih
kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan
lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord
mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim
semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk
berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon
mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah
forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah,
sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969
New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian
terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan
suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang
untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator
Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord
Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika
turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk
mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan
mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok
yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan,
pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran
pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya,
hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar
menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan
politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum
republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya.
Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States
Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan
lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan
dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk
hidup.

Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global.
Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk
mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun
menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.

Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk
menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April
sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul
ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk
mengkampanyekan Hari Bumi. Berbagai kegiatan diselenggarakan secara
bervariasi mulai dari rantaian suara genderang dari desa ke desa di
Gabon, Afrika hingga ratusan ribu warga yang berkumpul di National
Mall, Washington D.C., Amerika Serikat. Hari Bumi 2000 secara keras
dan jelas menyerukan pesan bahwa penduduk dunia menginginkan tindakan
yang cepat dan tegas untuk penggunaan energi yang bersih dan ramah
lingkungan.

Di tahun 2009 ini, dalam rangka memperinganti Hari Bumi, tidak ada
salahnya kalau manusia yang ada di bumi ini harus “santun” terhadap
alam, bisa juga kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada
“kesantunan” kita pada alam, kita harus bisa membaca dan memahami
isyaratnya. Pemanasan global dan kelangkaan pangan adalah salah satu
isyarat bagi manusia agar kita “santun” terhadap alam, merawat bumi
dengan cara memberi “nutrisi” pada bumi merupakan salah satu
contohnya. di Posting Melalui milis kehutanan Universitas Bengkulu

Read More......

PERINGATAN HARI BUMI, PENANAMAN POHON DISEKITAR KAMPUS

Dalam Rangka Peringatan Hari Bumi 22 April 2009, Himpunanan Mahasiswa kehutanan mengadakan Aksi Penanaman Pohon di Areal Arberetum Universitas Bengkulu.
Seorang pecinta alam adalah orang yang sadar dengan ucapan dan tindakan dalam menjaga dan melestarikan alam bahkan dari hal yang paling terkecil (buang sampah pada tempatnya) hingga mungkin yang terbesar ikut menjaga kelestarian dunia. “

Read More......