Pentingkah Hutan di Muka Bumi??

Februari 06, 2009

Pentingkah hutan bagi Anda? Seberapa besar pengaruh yang hutan berikan
bagi kehidupan manusia? Hutan merupakan satu ekosistem yang sangat
penting di planet ini. Hutan begitu mempengaruhi proses alam yang
berlangsung di bumi, mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia.

KATA MAK KANTIN " NO FOREST NO FUTURE " kwkwkwk
(...kalo ga salah ini kata-katanya kak RANGGA deh...atau jangan-jangan kak Rangga ngutip dari Mak Kantin tanpa izin... hihihihi....pencurian ide....)

penting atao ga penting ya tergantung dari sudut mana kita memandang. berbicara hutan akan berbicara kebijakan dan kepentingan (eh..artinya hutan penting dong hehehehe). dan sangat komlek....

dan bicara tentang pentingnya hutan maka kita akan kembali ke pertanyaan dasar, yaitu apa manfaatanya keberadaan hutan????

waktu kuliah dulu katanya hutan memiliki 3 manfaat utama, manfaat ekologi, ekonomi dan sosial. tergantung mana dulu yang di kedepankan. kalo ekologinya didahulukan, jangan tebang hutannya, kalo ekonominya lebih penting, tebang aja sampai abis...kalo sosialnya tanya yang skripsinya tentang sosial kehutanan ya...
namun ketika berbicara dengan beberapa kawan-kawan dari daerah lain, seperti kalimantan, riau, dan kawan-kawan di jawa dan lainya. permasalahan kehutanan dimana-mana sama. yaitu kita tidak memiliki perencanaan kehutanan yang matang, dan yang buruknya lagi pengawasan kehutanan yang sangat lemah.

lihat aja propinsi riau dan kalimantan barat. daerah penghasil kayu terbesar, namun belum sektor kehutanannya belum di petakan, belum ada tata ruang dan padu serasi kehutanannya. dan akibatnya terjadi overlaping pemberian izin lahan perkebunan di lahan kehutanan. so jangan sedih jika sulit menemukan lahan yang masih hijau di riau dan kalimantan barat.

di daerah lainpun hampir sama permasalahnya. kepentingan kehutanan selalu terdesak oleh kepentingan pembangunan sektor lain, seperti pertambangan, pemukinan, industri dan lainya, sehingga sektor kehutanan selalu mendapat cap sebagai PENGHAMBAT PEMBANGUNAN. sehingga timbul skandal bintan dan bakau api-api di sumsel, karena pelepasan kawasan merupakan memerlukan prosedur yang rumit dan komplek, (saya sendiri mumet baca prosedur perizinanya...). dan satu lagi yang sangat krusial, yaitu sumberdaya kehutanan yang masih lemah (moralnya). jika kita berbicara kerusakan hutan kita selalu di giring ke permaslahan illegal loging, perambahan perkebunan, namun sesunguhya pelaku perusakan Hutan adalah PARA RIMBAWAN sendiri, yang bekerja di departemen, Dinas Kehutanan daerah. mereka inilah yang telah memberikan perizinan, perlindungan dan mendapatkan manfaat tambahan dari perusakan hutan......

tapi itu semua adalah kisah lama, sejarah kelam kehutanan yang mana kita semua termasuk di dalamnya. yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana menatap kehutana kedepan. dan kembali kepertanyaan awal masih pentingkah kehutanan bagi kita.

saya berani katakan. kehutanan penting. di balik semua teori silvikultur, ekologi dan konservasi kehutanan yang diajarkan di bangku kuliah dulu, sekarang saya melihat kehutanan merupakan sektor dasar dalam perencanaan pembangunan kedepan. dalam perencanaan pembangunan, penataan tata ruang, perencanaan kehutanan harus mendahului perencanaan lainya, pertambangan, pemukinan, maupun industri. ibaratkan tubuh, jika tangan adalah sektor industri, kaki adalah sektor pertambangan, perekonomian menjadi jantung, maka kehutanan adalah paru-parunya. dan tak ada makluk yang dapat hidup tanpa paru-paru.

namun kita juga tidak bisa menapik kepentingan-kepentingan lain di luar sektor kehutanan. pemanfaatan kawasan untuk kepentingan pertambangan, perkebunan industri dan lainya perlu, namun kita harus mempertimbangankan kepentingan mana yang lebih utama, setidak-tidaknya kita mengambil jalan tengah, pemanfaatan kawasan dengan meminimalkan pengalih fungsian kawasan hutan hutan (ah..akhirnya kita terpaksa mengalah hehehehe....abis bonus dan amplopnya gede sih hehehehe.......)

dan paradikma kehutanan sebagai PENGAHASIL KAYU yang selalu di merupakan paradikma yang keliru. kita selalu melihat manfaat sektor kehutaanan dari potensi kayunya. memang benar, hutan merupakan penghasil kayu tapi sebesar apakah manfaat potensi kayunya???. berdasarkan sebuah hasil penelitian manfaat potensi kayu pada suatu kawasan hutan (termasuk mangrove) hanyalah 4 sampai 5 % dari seluruh potensi kawasan. so bayangkan jika anda menebang berton-ton kubik kayu dari suatu kawasan hutan dan mendapatkan keuntungan ekonomi bermilyar-milyar maka anda baru memanfaatkan 4 sampai 5 % dari potensi kawasan. jadi ternyata keuntungan terbesar dar pemanfaatan kawasan hutan hutan bukan pada kayunya, tetapi pada pemanfaatan lain selain kayu, misalnya pemanfaatan air, pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata dan pemanfaatan potensi non kayu. sebuah contoh.

sebuah investor dari singapura menandatangani kontrak investasi pengelolaan kawasan mangrove Lagoi dengan pemerintah kota bintan. pemanfaatan kawasan mangrove ini selama 75 tahun. mereka melakukan pemanfaatan hutan mangrove melalui pemanfaatan jasa lingkungannya (pembukaan lahan untuk bangunan dan lain-lain tidak sampai 10% dari kawasan), dengan mendirikan sebuah resort wisata,paket tour mangrove (cuma naik sampan dan keliling2 melihat hutan mangrove), wisata kunang-kunang, dan wisata pantai lainya, tiket masuk ke resort tersebut jika di kurskan ke dalam rupiah kira-kira 20 juta, pendapatan PAD pemerintah Bintan dari kawasan tersebut berupa pajak sekitar 400 jt per tahun. bandingkan jika melakukan pemanfaatan kayu nya yang hanya mendatangkan PAD sebesar 40 jt pertahun.

dan ternyata singapura lebih hijau dari kita (kata sebuah anekdot mereka tidak punya mentri kehutanan lho...), dan sekarang setiap hari di TV mereka menyiarkan program iklan yang bertema penghijauan. dan banyak lembaga swasta yang lansung terjun dalam kegiatan tersebut. dan Ney york Kota dunia. di balik gedung-gedung rtinggi dan padatnya penduduk ternyata mereka memiliki sebuah hutan kota yang terkenal yaitu CENTRALl PARK, dan bayangkan berapa ribu wisatawan yang datang tiap tahun untuk melihat taman kota ini.

so.....kita masih bisa memanfaatakan hutan tanpa menebangi pohonnya. dan toh jika kawan kawan masih pengin bermaen kayu bisa melakukan dengan sistem hutan rakyat atau sistem SILIN jika kawan-kawan punya modal yang kuat. silvikurtur sistem SILIN (mungkin kawan-kawan juga udah tau binatang apa SILIN ini) adalah pengembangan dari sistem tebang pilah (TPI), di mana penebangan dan penanaman hanya di lakukan pada jalur selebar 5 meter, sedangakan lahan yang di luar jalur tidak di manfaatkan alias di biarkan alami, jarak antara jalur antara 15 sampai 20 meter, potensi tegakan setelah 15 tahun dengan jenis meranti (yang riapnya 1-3 cm/tahun) adalah 200 sampai 400 meter kubik/hektar. bandingkan dengan sisten tebang pilih yang hanya 20-30 meterkubik perhektar.

saya masih tetap percaya bahwa HUTAN kita penting. di luar kampanye Global Warming pun, secara mikro kita melihat bahwa hutan memberikan manfaat bagi sektor lainnya. air kemasan AQUA dan BIO ITE SUI tidak bakalan ada tanpa hutan. listrik yang beasal dari PLTA akan blep pyar jika hutan di dalam kawasan DAS nya rusak. Kita masih bisa memanfaatkan potensi hutan tanpa menebang dan merambah nya menjadi kebun kopi. masih ingat saya akan kawasan datar lebar yang dulu rindang dan rame dengan orang-orang kamping, yang sekelilingya telah berubah jadi kebun kopi, (masih adakah orang yang kamping di sana????).

jika kawan-kawan bisa lebih kreatif, mungkin kawan-kawan bisa memanfaatkan kawasan hutan dengan lebih bijaksana. pengalaman dari kawan-kawan di mulawarman mereka mendirikan Arboretum di pusat kota pontianak dan sekarang kawasan tersebut menjadi ajang joging, jalan-jalan dan rekreasi kota warga pontianak. mungkin pengelolaan kawasan hutan raya dan danau dendam bisa memberikan manfaat, misalnya dengan wisata atau kegiatan outbond (mungkin Angga lebih paham tentang ini...). raflesia yang selalu menjadi kebangaan kita sudahkah kita memanfaatakan potensinya???. saya justru melihat proses mekarnya bunga raflesia dari Saluran TV BBC.. dan National Geographic Chanel. mungkin ini bisa menjadi sebuah paket wisata khusus dari Dinas Pariwisata propinsi,

jadi kawan-kawan jagan cemas tak dapat kerja setelah tamat kuliah, PNS bukan segalanya masih banyak sektor kehutanan yang belum terkelola dan inilah tantangan kita semua kedepan sebagai (jika masih) Rimbawan.

Satu lagi, sebuah adegan yang selalu meninspirasi saya ketika menonton AL GORE dalam film dokumenter Incovenience Truth (moga tak salah tulis, saya merekomendasikan agar di tonton dan di diskusikan pada pertemuan minggu depan di lab, nonton, diskusi dan bahas film....wuih keren.... andai saya masih di kandang limun pasti saya ikut hehehehehe.....), begini ceritanya....

Al Gore : perumpamaan kita dengan efek pemanasan global adalah ibarat Katak yang di masukan kedalam panci, jika katak di masukan kedalam panci yang berisi air panas. maka katak tersebut akan langsung melompat keluar, karena panasnya.... namun jika katak tersebut kita masukan kedalam panci, dan kemudian panci tersebut di panaskan atau didihkan, maka katak tersebut tidak akan kelur dari panci sampai....sampai....sampai...............................kita menyelamatkan katak tersebut dengan mengeluarkannya dari panci....
jadi hanya kita yang bisa menyelamatkan katak tersebut dari kematian...dan katak tersebut adalah kita.....

salam lestari
young sinatra, S.Hut
aka buyung rimbo 96
aka Old School

nb. KAJUR kehutanan masih UNI KANTIN kan ??????????





Related Posts by Categories



0 Comments: